Rabu, 20 Oktober 2010

Tips Memilih Sandal Jepit



Sandal jepit bisa jadi sandal wanita atau pria adalah sandal kecintaan banyak orang, tetapi bagaimana sih memilih sandal jepit yang sesuai dan nyaman di kaki?

Sandal jepit atau di dunia barat disebut sebagai flip-flops adalah sandal paling nyaman yang pernah kita pakai. Bentuknya yang flat membuat kaki tidak lelah, kaki seolah beristirahat dari kegiatan sehari-harinya di atas high heels yang menyiksa.

Di dunia barat disebut flip-flops karena saat dikenakan ia mengeluarkan suara 'flip' dan flops' secara bergantian. Sedangkan di Indonesia dikenal sebagai sandal jepit karena cara mengenakannya adalah dengan dijepit.

Kapan sih sandal jepit ini pas dikenakan?

Walaupun nyaman di kaki, tetapi sandal jepit ini tidak begitu saja bisa dikenakan setiap saat? Sandal jepit hanya digunakan pada saat-saat tertentu seperti berjalan-jalan di pantai, saat di dalam rumah, di kamar mandi, bersantai dan hang-out bersama sahabat atau keluarga.

Lalu sandal jepit bagaimana yang harus Anda pilih?

Ada beberapa jenis sandal jepit yang bisa Anda pilih sesuai manfaatnya, yuk kita simak satu persatu:

1. Sandal Pantai

Sandal jepit ini paling nyaman dikenakan saat ke pantai. Bahannya yang sebaiknya dipilih adalah yang semi karet dan plastik sehingga tidak terlalu berat saat melangkah di pasir. Sandal ini juga mudah dibersihkan dan membuat Anda tetap bisa melangkah ringan walaupun berjalan di atas pasir dan riak ombak kecil.[break]

2. Sandal Rumah

Bedakan antara sandal rumah, sandal kamar juga sandal kamar mandi. Sandal rumah sebaiknya adalah yang ringan dan tidak selip saat digunakan, dan tentu saja bahannya harus terbuat dari karet. Namun dalam hal ini Anda bisa berkreasi dengan memilih motif yang lucu-lucu atau menambahkan boneka dan aksesoris di atas sandal wanita.

3. Sandal Kamar

Karena Anda hanya berada di area kamar Anda bisa bebas memilih bahan sandal. Tentunya pilih yang paling nyaman di kaki. Sandal ini bisa merupakan semi kain dan karet. Agar terhindar dari lantai licin, sol harus terbuat dari karet, namun untuk bahan pijakannya bisa dipilih dari kain atau bulu-bulu sintetis yang biasa dipakai sebagai bahan boneka. Selain itu sandal ini juga membuat kaki Anda tetap nyaman dan hangat.

4. Sandal kamar mandi

Di dalam kamar mandi tentunya sangat licin dan banyak bakteri menari-nari di atas lantai kamar mandi. Untuk itu selalu kenakan sandal jepit berbahan karet sintetis saat beraktivitas di dalam kamar mandi. Anda akan lebih mudah bergerak dan dapat menjaga keseimbangan tubuh walaupun lantai licin dan basah.

5. Sandal casual

Sandal yang satu ini pas untuk menemani acara santai Anda di luar rumah. Entah jalan-jalan santai di mall, atau sekedar menikmati kopi bersama sahabat dan berbincang hangat. Bahannya tentu tidak sepenuhnya karet sintetis, Anda bisa memilih bahan yang lebih menarik, lebih casual dan fashionable. Paduan kulit mungkin dapat menjadi pilihan yang menarik. Apalagi saat ini banyak sandal fashion bermodel sandal jepit ditawarkan.

Selamat menikmati kenyamanan bersandal jepit.

woman.kapanlagi.com

Tips Memilih Sepatu yang Nyaman dan Gaya



Saat berpikir tentang sepatu wanita sebagian besar orang mungkin langsung memikirkan sepatu berhak tinggi atau sepatu yang nyaman.

Jacqueline Sutera, dokter podiatrik, dokter bedah dan juru bicara American Medical Association Podiatric, memberikan informasi apa saja yang dapat dicari dari sepasang sepatu untuk memaksimalkan gaya dan kenyamanan serta meminimalkan rasa sakit dan kerusakan pada kaki.

Sutera mengungkapkan terdapat tiga hal utama yang diharapkan dalam sepatu. Yaitu, dukungan, bantalan serta mampu menahan guncangan. Dia merekomendasikan sepatu dengan bantal tambahan di bagian tumit dan bagian depan sepatu, serta ada gabus tumit (cork) bila memungkinkan.

# Sepatu berhak tinggi
Sepatu berhak tinggi (heels) membuat wanita terkesan tinggi dan langsing. Namun Sutera menyarankan agar tidak sering memakai sepatu hak tinggi. "Sebaiknya menghindari hak sepatu dengan tinggi lebih dari tiga inchi," katanya. Meskipun ada pengecualian untuk acara-acara khusus, Sutera mengatakan harus ada batasan ketinggian hak sepatu untuk pemakaian sehari-hari.

Hak sepatu di atas 7 cm membuat kaki tujuh kali menahan beban lebih berat daripada sepatu bertumit 3 cm. Sutera merekomendasikan agar mencari sepatu dengan jari kaki tertutup untuk menghindari menghancurkan jari kaki dan tumit serta membantu mendistribusikan berat badan Anda lebih merata.

# Wedges
Sepatu jenis ini menurut Sutera adalah irisan antara kenyamanan tanpa mengorbankan gaya. Wedges memungkinkan berat badan didistribusikan secara lebih merata di seluruh permukaan sepatu. Namun, wedges tidak pas untuk semua orang. "Jika pergelangan kaki buruk atau keseleo, Anda sebaiknya menghindari sepatu wedge, karena dapat menciptakan masalah keseimbangan."

# Platforms
Sepatu bermodel traditional platform mempunyai manfaat sekaligus kelemahan, yakni ketipisannya. Berat badan Anda terdistribusi lebih merata, namun Anda juga bisa mengorbankan keseimbangan tubuh jika memakainya dalam waktu lama.

Sepatu platform tertutup di depan seperti yang dipopulerkan oleh Christian Louboutin menurut Sutera salah satu yang terbaik. "Jika platform tinggi di bagian depan, Anda bisa mengimbanginya dengan mengurangi ketinggian tumit di bagian belakang," kata Sutera mengungkapkan. Jika menggunakan sepatu platform bertumit 12 cm, dia menyarankan agar tidak berlari-lari karena berefek sama dengan heels.

# Flat
Walaupun sepatu datar bisa menjadi alternatif yang baik setelah menggunakan sepatu berhak tinggi, tidak semua sepatu flat diciptakan sama. "Kalau sepatu terlalu datar, hal itu menimbulkan masalah dan menciptakan lengkungan di tumit Anda, karena sepatu wanita jenis ini tidak memiliki bantalan sehingga kaki tidak mendapat dukungan yang cukup," Sutera memperingatkan.

Menurutnya, sepatu flat yang bisa ditekuk, diputar dan dimasukkan dalam kantong bukan tipe sepatu yang baik. Sebaiknya carilah sepatu dengan lengkungan lebih besar dan didukung dengan karet sol yang membantu menyerap goncangan pada kaki.

Sepatu flat sangat nyaman dipakai berkeliling dalam jangka waktu lama. Dia merekomendasikan flat yang nyaman dengan sol karet keras, dan bantalan tebal dan kuat agar mendukung kaki saat melakukan aktivitas.
• VIVAnews

Tips dan Cara Membedakan Jam Tangan Original Atau Palsu



1. Kenali Merk Serta Seri Dengan Benar
Dewasa ini banyak merek Arloji hebat beredar dipasaran, dan merek tersebut merupakan merek-merek arloji papan atas harganya selangit. Jadi misal ada yang nawarin harga yang miring perlu diwaspadai apakah itu jam tangan original atau palsu.

2.Bahan Dasar
Arloji berkelas sudah barang tentu berbahan dasar berkelas juga misal emas kuning/putih,stainless steel dsb jd kalau ada jam tangan kuning tp bukan dari emas perlu hati-hati

3. Mesin Yang Digunakan
Arloji palsu pada umumnya mesin yg digunakan buatan china (murah meriah sih) susah dideteksi kecuali anda sudah cukup jam terbangnya tapi secara umum dapat diperhatikan dari : kalau yg disajikan merek ROLEX seri DAYTONA seharusnya merupakan arloji dengan fungsi tobolnya adalah untuk STOP WATCH tapi jika berfungsi HARI & TANGGAL sudah jelas itu palsu

Namun sekarang juga banyak beredar arloji palsu dengan tinggkat kemiripan nyaris sama dengan
jam tangan original biasa kita mengenal istilah KW 1 yakni mulai bahan dasar (khususnya steel), mesin kwalitas bagus (biasanya pakai mesin buatan swiss/ETA) untuk jenis ini rasa-rasanya anda butuh nasehat ahlinya karena bagi awam sangat sulit membedakan belum lagi harganya juga tidak bisa dibilang murah nah!

Memang tidak semua arloji palsu bermutu rendah tapi jika kita keluar uang untuk sebuah arloji palsu dengan harga asli kan nyesel lain soal kalau dengan sadar sesadar-sadarnya membeli arloji replika ya pasti sudah siap mental artinya tau kalau itu emang arloji palsu ya kan?

sumber:peduliasli.com