Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juli 2010

Modifikasi Ringan Untuk Motor



Banyak di antara kita yang suka modifikasi motor (modif), namun banyak pula yang tidak. Rata-rata yang mengaku suka malah menjadikan hobi. Bahkan banyak pula yang akhirnya jadi maniak modif. Sebaliknya, yang tidak senang modif menganggap modif berbahaya dan menimbulkan biaya lebih (boros).

Nyatanya, hampir-hampir semua motor sudah mengalami modifikasi motor walau sedikit sedikit atau banyak. Mungkin orang tidak menyadari telah melakukan modifikasi motor karena tampilan motor masih standar. Padahal sejumlah item telah mengalami perubahan. Ganti busi yang lebih kuat, ganti stang yang lebih nyaman, ganti model lampu yang lebih cakep dan terang adalah modif sederhana.

Karena itu, yang penting dari modifikasi motor adalah tujuan dan fungsinya. Tujuan modifikasi motor yang baik adalah meningkatkan kinerja dan tampilan motor sehingga lebih aman, nyaman, cepat, dan gaya.

Lebih aman karena modifikasi motor yang baik akan menggunakan alat yang biasanya after market atau limbah copotan motor import yang kualitasnya lebih baik. Lebih cepat karena dengan modifikasi motor, baik kapasitas mesin bisa dimaksimalkan, atau kemampuan pengendalian (handling) lebih dioptimalkan. Nah, terutama ini: lebih gaya. Dengan modifikasi motor, tampilan standar ga lagi culun. Perpaduan berbagai aksesori maupun piranti body, cat, dsb, bisa membuat motor benar-benar menarik: lebih macho atau manis, tergantung selera.

modifikasi motor Tentu saja butuh biaya. Tapi seperti slogan lama “there is something money can’t buy”. Kepuasan adalah segalanya….

So, kata kuncinya adalah modifikasi motor ringan, sedang, berat, dan ekstrem. Tinggal pilih sesuai selera dan kantong.

Siapa yang tidak kepincut dengan motor modifikasi motor ala MV Agusta F4+Yamaha R1 di edisi ini? Jika Anda tertarik modif, mulailah sekarang. Tapi awas, sekali mencoba takkan berakhir sampai motor dijual.


http://artikellama.blogspot.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 14 Juli 2010

Tips Upgrade Audio Mobil Mitsubishi Pajero




Kala  ingin upgrade audio mobil di kabin, idealnya menyesuaikan dengan kebutuhan utama dari mobil itu sendiri. Mengingat ground clearance milik Mitsubishi Pajero Sport tergolong tinggi (215 mm), ubahan yang akan dilakukan pada sistem audionya mesti memerhatikan unsur daily use agar tidak mubazir.

Kemungkinan mobil ini diajak melibas jalur light off-road memang cukup tinggi, lantaran dibekali kaki-kaki jenjang. Untuk itu Harvig Kusnadi, pemilik Pajero Sport berpenggerak 4 roda (4WD) ini, memutuskan untuk tak melakukan ubahan ekstrem di kabin mobil hobinya ini.

Menurut Harvig, terpenting adalah faktor keamanan serta kenyamanan saat berkendara mesti terjaga. Untuk itu Hongyono Candra, instalatur Prisma Autosound di Arteri Pondok Indah, Jaksel, memasang beberapa komponen audio mobil dengan konsep daily use lewat ubahan minimalis.

Seperti pembuatan boks (lontar) tweeter di pilar A, yang mengutamakan unsur visibilitas tinggi dari si pemilik mobil. "Dia pakai kacamata, jadi saya enggak mau membuatnya semakin sulit memantau kondisi di depan, lantaran pakai boks terlalu besar," kata Ahong sapaannya.

Penempatan dan ukuran lontar tweeter sebaiknya tak membuat pandangan terhalang     
Untuk memasang head unit dengan monitor in-dash mesti memajukan beberapa cm dari bibir slot

Mengusung tema in car entertainment tanpa mengurangi unsur estetika di kabin  
Steering remote masih berfungsi normal dengan bantuan modul steering remote interface tambahan

Namun unsur idealis dari si pemilik harus tetap terwujud, begitu filosofi Ahong ketika menyiapkan tata suara kabin Pajero Sport kelir white pearl ini. Untuk mewujudkan semua itu dipakai speaker split 2-way Crescendo Opus 8.6, berkolaborasi dengan subwoofer JL W1 di bagasi belakang. Pertimbangannya supaya bisa menciptakan efek sound imaging di atas dasbor lebih nyata.

Menurut Ahong, tingkat kejernihan vokal serta midbass harus seimbang. Makanya Ia melakukan cutting frekuensi untuk speaker depan di 120 Hz (hi-pass), serta low-pass untuk subwoofer di 50 Hz. "Level equalizer juga diadjust pakai 3 band, dan semuanya dibikin minus supaya suara enggak terdengar over," jelas pehobi biliar ini.

Unsur hiburan juga mesti diwujudkan sesuai keinginan Harvig, dengan memasang TV headrest Rogers HDM-999 FZ (9 inci), sebanyak 4 set pada jok depan dan tengah. Kenapa tak pakai roof monitor saja? "Untuk estetika di kabin mobil macho ini memang lebih bagus pakai monitor headrest, selain itu juga enggak menghalangi pandangan ke belakang saat nyetir," urai Ahong



http://www.otomotifnet.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis