Rabu, 22 Desember 2010

Tips Memilih Bisnis Waralaba/Franchise



Bisnis waralaba atau franchise memang memudahkan bagi pemula. Dengan memiliki lisensi salah satu jenis waralaba, pebisnis pemula bisa belajar menjalani bisnis dengan mengenali pola dan risikonya. Meski begitu, jangan asal memilih jenis bisnis waralaba. Apalagi jika berinvestasi dengan didorong emosi. Lakukan investigasi mendalam terhadap pilihan waralaba yang Anda minati.

Anang Sukandar, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia, mengatakan dari 1.500 jumlah franchise lokal di Indonesia, hanya sekitar 75-80 bisnis yang memenuhi syarat.

"Sebagian besar, sekitar 90 persen, adalah business opportunity yang memiliki risiko lebih tinggi," jelas Anang kepada Kompas Female usai peluncuran buku Prinsip Di Sini Senang, Di Sana Senang yang berisi perjalanan bisnis Es Teler 77, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Anang, pelajari dan kenali lebih dahulu berbagai pilihan waralaba yang Anda minati. Sebaiknya jangan terburu-buru mengambil keputusan dengan memilih waralaba sembarangan. Dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mempelajari pilihan waralaba, untuk kemudian memilih salah satunya.

"Sebaiknya pilih satu jenis bisnis dan fokus di dalamnya sebelum melakukan diversifikasi bisnis," katanya menambahkan, fokus mengembangkan satu jenis bisnis selama kurun waktu lima tahun sebelum menjalankan bisnis baru.

Langkah-langkah melakukan investigasi mendalam untuk memilih franchise:

- Tentukan minat Anda sebelum memilih jenis bisnis waralaba, apakah di bidang kuliner, salon kecantikan atau lainnya.

- Pilihlah satu jenis bisnis, misalnya waralaba salon. Lalu ambil tiga pilihan waralaba salon atau tiga brand yang Anda minati untuk Anda seleksi.

- Kenali lebih dalam mengenai sistem waralaba dari ketiga pilihan waralaba tersebut. Pelajarilah dan bandingkan dengan seksama dari sistem yang ditawarkannya.

- Untuk memilih waralaba yang tepat dan bisa membawa Anda pada kesuksesan berbisnis, berikan pertanyaan detil kepada franchisor. Seperti informasi detil sejarah berdirinya, kapan memulai franchise, siapa franchisee pertama, mintalah izin dan informasi apakah Anda boleh bertemu dengan franchisee pertama untuk mencari tahu pengalaman bisnisnya, dan temukan apa keunikan dari setiap bisnis waralaba yang Anda seleksi tersebut.

"Jika semua pertanyaan tersebut bisa dijawab oleh franchisor dengan baik, ini petanda bisnis tersebut adalah murni franchise dan bukan business opportunity," lanjut Anang.

Jika Anda sudah menjatuhkan pilihan produk waralaba, patuhi sistem yang sudah dibangun franchisor. Ini menjadi kunci sukses bisnis waralaba. Selain faktor lain seperti manajemen keuangan dan dukungan keluarga.

"Sisihkan uang hasil penjualan dan jangan campurkan dengan pengeluaran day to day," tegas Anang.

Sedangkan bagi perempuan yang memiliki peran ganda sebagai ibu dan istri, mintalah persetujuan keluarga dalam menjalankan bisnis, saran Anang. Bagaimanapun menjadi pengusaha akan memakan waktu lebih banyak untuk mengembangkan bisnis Anda. Jika suami sudah menyatakan dukungannya, Anda pun perlu memberikan pemahaman kepada anak-anak agar mereka mengerti peran ibunya sebagai pengbisnis.

banjarmasinpost.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar