Selasa, 05 Oktober 2010

Adopsi Anak, Kenapa Takut?



Untuk adopsi anak, bagi orang tua tunggal bukanlah hal yang sama sekali baru untuk dilakukan. para artis negeri seperti Shandy Aulia atau Ratu Felisha, yang meski masih sangat muda, telah melakukannya terlebih dulu dan berani memutuskan untuk melakukan adopsi anak.

Bukan sekedar keisengan belaka, tapi setidaknya mereka bersedia menjadi tempat bagi anak-anak yang kurang mampu di luar sana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

Tidak dapat dipungkiri, sebagian besar calon orang tua lebih suka memilih mengangkat atau meng adopsi anak dari keluarga yang sudah dikenal. Jika dari yayasan atau panti asuhan, dikhawatirkan calon orang tua mengetahui dengan jelas asal-usul si anak.

Apabila Anda memang menginginkan meng adopsi anak, dibawah ini berikut ini beberapa tips dan saran agar Anda menyesal di kemudian hari.

1. Apabila Anda dan pasangan memutuskan meng adopsi anak dari yayasan/panti asuhan, pelajari betul asal-usul si anak dengan jelas. Jika perlu Anda bisa meminta data mengenai penyakit keluarga calon anak. Hal ini untuk mencegah rasa ragu atau menyesal di kemudian hari.

2. Pentingnya sikap berhati-hati. Anda dan pasangan jangan  terlalu cepat memutuskan. Pilihlah yayasan/panti asuhan yang sah di Departemen Sosial. Ingat, mengambil di tempat yang tidak jelas statusnya, hanya akan menimbulkan masalah baru. Bisa jadi Anda malah tersangkut kasus perdagangan anak karena pihak yayasan bersangkutan memperoleh anak dengan cara tidak sah.

3. Tentukan Alasan yang jelas. Sebelum sampai pada keputusan mengadopsi anak, pahami dengan mendalam alasan Anda ingin meng adopsi anak. Karena jangan mimpi pengadilan akan mengabulkan permohonan pengesahan anak angkat dengan alasan, anak angkat semata sebagai "pancingan", atau alasan agar di hari tua nanti kelak ada yang mengurus Anda.

Alasan yang jelas menjadi penting, karena setelah adopsi anak disahkan lewat pengadilan, ia akan memiliki hak dan kedudukan yang sama halnya dengan anak kandung. Baik dalam hal perawatan dan pendidikan serta masalah warisan. Pun tanggung jawab Anda sepenuhnya kelak hingga ia dewasa nanti.

4. Jelaskan asal-usulnya. Anak angkat berhak mengetahui dari mana mereka berasal, dan sebagai orang tua angkat, Anda wajib menjelaskannya. Tak perlu takut jika si anak akan kembali pada orang tuanya, meski hal itu sangat jarang terjadi. Apalagi anak yang diadopsi secara sah lewat pengadilan memang tidak boleh diambil paksa oleh orang tua kandungnya, untuk menghindari campur tangan pihak luar.

5. Mintalah dukungan. Karena meng adopsi anak adalah sebuah langkah yang sangat penting bagi hidup dan masa depan keluarga Anda kelak, maka dukungan dari keluarga, tak terkecuali teman ataupun sahabat sangat dibutuhkan.

Bukan hanya itu, penting kiranya jika Anda juga membangun jaringan dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama dengan Anda. Ini dibutuhkan, agar Anda bisa saling berbagi cerita bersama teman-teman satu visi tentang segala proses yang harus dan sedang dijalani dalam mengadopsi anak.

Sumber: suaramerdeka.com
Temukan semuanya tentang iklan gratis, Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar