Rabu, 28 Juli 2010

Produk Kerajinan Tangan Ramah Lingkungan Diminati Pasar Ekspor



Produk kerajinan ramah lingkungan diminati pasar ekspor. Indonesia dinilai mempunyai potensi pengembangan produk tersebut lantaran ketersediaan bahan baku.

Amir Panzuri, direktur Asosiasi Pengembangan Industri Kerajinan Republik Indonesia (APIKRI), menyatakan produk kerajinan yang dibuat dari bahan baku ramah lingkungan diminati pasar ekspor. Hal ini membuka peluang ekspor bagi Indonesia.

Maksud bahan baku tidak merusak lingkungan adalah bahan baku tidak berasal dari bahan tambang. Bahan baku itu juga tidak langka dan tidak terbarukan (dapat dikembangkan kembali).

Produk kerajinan ramah lingkungan, ucap Amir, seperti anyaman serat daun pandan. Bahan baku ini diambil dari tanaman pandan. Bahan baku lain seperti bambu, sengon, mahoni dan sonokeling.

APIKRI mengandeng perajin serat di Kabupaten Kulonprogo mengembangkan tanaman pandan di kawasan Pantai Congot Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Walaupun tanaman ini telah tumbuh di kawasan Pantai Congot. Namun, tanaman ini liar atau tidak dirawat masyarakat.

Sebanyak 5.000 batang tanaman pandan ditanam mulai Mei 2008. Mereka berharap dua tahun nanti serat daun pandan itu dapat digunakan sebagai anyaman. Mochamad Ade Maulidin

wartaekonomi.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar