Rabu, 04 Mei 2011

Popularitas Artis Yang Rentan Terhadap Narkoba

Musik - KEBODOHAN itu terulang lagi. Sudah tahu dan sering diberitakan, artis yang tertangkap karena menggunakan narkoba, biasanya karirnya berantakan. Akan tetap berhasil, dengan catatan bisa lepas dari barang laknat tersebut. Sayang, biasanya kalau sudah “terikat” dengan narkoba, agak sulit lepasnya.

Dan kebodohan itu kini dilakukan oleh seorang drummer popular bernama Surendro Prasetyo atau dikenal dengan Yoyo ‘Padi’. Mantan suami penyanyi Rossa ini ditangkap di apartermennya di Sudirman Park, Minggu [27/2/2011]. Dia menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Memang, banyak yang mengatakan, dunia hiburan memang rentan dan amat dekat dengan kesenangan-kesenangan seperti itu. Narkoba, perempuan, homoseksualitas, adalah keriaan yang kalau tidak kuat iman, pasti akan terseret.

Beberapa nama yang bisa disebut untuk kasus narkoba adalah Revaldo, Jeniffer Dunn, Ahmad Albar, Roy Marten dan beberapa selebritis yang terkenal lainnya. Kalau mau jujur, masih banyak pengguna dari kalangan artis yang tidak [atau belum] tertangkap.

Untuk kasus homoseksualitas, nama seperti Krisna Murti atau Jupiter, pernah terjebak pada kasus percintaan sejenis. Ada banyak nama lain, yang mungkin bakal menuntut saya kalau saya beberkan disini. Tapi saya harus katakan, kasus itu masih ada dan banyak.

Bagaimana dengan kasus perempuan? Aduh, itu mah sudah jadi rahasia umum di kalangan selebritis. Jadi, rasanya tidak perlu saya buka disini pun, sudah pada mahfum kalau kesenangan itu memang tampaknya biasa saja di kalangan selebritis.

Apa sih yang membuat dunia selebritis –amat sangat rentan sekali—dengan narkoba dan kerabatnya itu? Kalau kita perhatikan, artis dari kalangan manapun, memang mendapat ekspose yang berlebihan dalam karirnya. Baik soal pribadi, keluarga, atau kehidupan sehari-harinya.

Dan semua yang melihat mereka sebagai sosok terkenal, banyak uang dan bisa dijerumuskan, pasti akan mencoba mendekatinya dan menawarkan barang-barang haram tersebut. Biasanya sih gratis di depan. Kalau sudah candu, barulah mereka bayar.

Narkoba dan minuman keras, masuk dalam lubang yang menganga lebar dari sisi selebritis. Semua minuman dan barkoba itu tiba-tiba mulai melakukan tarian jahat mereka dan para bintang itu mulai dibawa “melayang” hingga muncul pemahaman, ada jalan lain untuk merasa besar yang tidak hanya bergantung pada sorak-sorai ribuan fans diluar sana.

Setelah pesohor itu mulai menggunakan obat-obatan psikoaktif atau alkohol untuk merasa lebih baik – untuk mendapatkan bahwa mereka “tinggi,” maka siklus khas kecanduan dimulai. Dan ketika itu sudah terjadi, selama mereka tidak kuat untuk kembali pulih, kebodohan pun dimulai. Kehancuran dan kematian karir siap memeluk di depan mata.

Saya tidak akan banyak menulis, karena hal ini sudah amat sering dibicarakan dan dibahas. Hanya ingin mengatakan sedikit, biarlah “kebodohan” demi “kebodohan” itu berlalu. Biarlah “ketololan” demi “ketololan” itu bisa dilawan. Oleh kamu sendiri!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar