Rabu, 11 Agustus 2010

Kursus Kecantikan Banyak Manfaatnya Untuk Wanita


Ida Endang Dwi Rahayu tampak terampil mengulaskan alat make up di wajahnya yang masih terlihat ayu. Sesekali dia mendekatkan wajahnya ke kaca untuk mengecek riasannya. Tangannya terlihat terampil memoleskan satu demi satu alat make up dan warna-warna yang dipilihnya agar serasi dengan kebaya yang akan dikenakannya. Dia tahu betul bagian wajah mana yang harus ditonjolkan, dan bagian-bagian mana yang harus dikoreksi.

Istri salah satu kepala dinas ini memang selalu memerhatikan penampilannya. Terlebih malam itu, dia akan menghadiri salah satu acara untuk mendampingi sang suami. Keterampilannya berdandan, bukan didapat dengan begitu saja. Warga Gunung Sari ini bahkan rela menyediakan waktu khusus untuk Kursus Kecantikan di salah satu lembaga pendidikan di Jakarta.

Ternyata hasil kursus kecantikannya benar-benar membuahkan hasil. Saat tampil baik sendiri maupun mendampingi suami, dia kerap mendapat pujian. Selain mendapat pujian, pengeluaran keluarga bisa lebih hemat. Jika sebelumnya, tiap kali mendapat undangan, dia harus menghabiskan biaya hingga ratusan ribu untuk merias wajah dan rambutnya, sekarang tidak perlu lagi.

Saat ini kemampuannya gencar ditularkan ke ibu-ibu Dharma Wanita dan karyawan perempuan tempat suaminya bertugas. Tidak jarang Ida juga mendatangkan demo kecantikan bekerja sama dengan salah satu merek kosmetik di pertemuan Dharma Wanita.

Ida Endang Dwi Rahayu tak sendiri. Ada sejumlah warga di Surabaya yang semula tertarik belajar Kursus Kecantikan untuk memerbaiki penampilan diri pada akhirnya tertarik banting setir merambah bisnis. Apalagi jika bakat dan peluang mendukung.

Sofi Riandini, pemilik Puspita Martha Surabaya menyatakan keinginan untuk memiliki penampilan menarik terutama untuk diri sendiri memang sedang menjadi tren sekitar dua-tiga tahun terakhir ini. ”Sekarang orang kursus kecantikan tidak lagi karena ingin buka salon. Tapi untuk menunjang penampilannya sendiri. Karena itu, akhirnya kami membuka kelas self image. Ini juga untuk mengakomodir keinginan siswa,” kata Sofi.

Umumnya peserta kelas ini merupakan wanita karir dan istri pejabat. Dengan mengikuti kursus ini mereka diajarkan make up sesuai dengan event dan waktu. Misalnya saja, make up untuk pesta. Meskipun sama-sama untuk pesta, antara pesta siang dan malam hari tentu berbeda. Kursus ini dilakukan dalam lima kali pertemuan dengan tiga pelajaran utama yaitu make up sehari-hari, advanced dan perawatan.

Dengan memiliki kemampuan merias sendiri, menurutnya wanita tidak lagi harus direpotkan jika harus mendatangi beberapa acara sekaligus tapi tidak memiliki waktu untuk ke salon. ”Kalau mereka bisa dandan sendiri, setidaknya di rumah atau di mobil saja mereka bisa dandan. Tidak harus buang waktu ke salon. Di tempat kursus kami juga diajarkan bagaimana cara tampil menarik,” tambahnya.

Namun dia mengakui, istri pejabat atau pengusaha yang ikut kursus kecantikan lama-lama tertarik menggeluti bisnis kecantikan. Namun bisnisnya dijalankan orang kepercayaan, pemilik justru enggan tampil di permukaan. “Istilahnya mereka memilih di belakang layar saja sambil monitor. Banyak anak didik saya juga seperti itu,” katanya.(Ap)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar