Senin, 16 Agustus 2010

Cara Bikin Brosur Produk yang Efektif


Apa sih tujuan orang membuat Brosur? Ingin produknya dikenal dan laku? laku, copy, headline, Atau buat keren-kerenan biar produknya naik gengsi? Banyak perusahaan membuat brosur sampai dicetak ribuan exemplar dengan biaya jutaan rupiah. Kalau brosur yang dibuat tidak berdampak terhadap perusahaan kan sayang uang jutaan rupiah hilang begitu saja.

Saya pernah menerima brosur di suatu mal di bekasi. Melihat covernya saya tidak melihat kelebihan atau keunggulan produk yang dipromosikan. Ah, males ngelihat isinya… Akhirnya daripada nyempit-nyempitin kantong, brosur tersebut saya lempar ke tempat sampah. Capek deeeh…

Nah, jangan sampai brosur yang anda buat bernasib sama dengan brosur yang saya buang tadi. Ada beberapa tips agar brosur anda efektif.

Copy headline langsung menjelaskan keunggulan produk.

5 detik pertama target audience ( TA ) sudah bisa menangkap produk apa yang dijual serta keunggulan utamanya. Copy headline dan subheadline (bila ada) serta visual harus dapat men-triger ( mendorong ) minat TA. Misal, Jerawat ga datang lagi! Buktiin deh!(Produk anti jerawat), ……. Dengan headline dan image tersebut orang dibawa untuk melihat isi brosur.

Isi brosur menjelaskan produk secara singkat namun padat.

Jangan membuat TA bosan dengan copy yang bertele-tele agar informasi produk atau jasa yang dijual dapat di mengerti dengan cepat dan mudah. Melalui copy yang komunikatif, bangkitkan kebutuhan TA terhadap produk yang akan dijual.

Mengajak TA untuk action.

Jangan lupa informasi produk sedetail apapun tidak akan ada gunanya bila TA tidak diajak untuk action. Misal, …. Ayo kapan lagi anda bisa dapat produk seperti ini, mumpung promosi buruan datang! Atau …. segera kunjungi sekarang juga, dapatkan hadiah menarik untuk 25orang pertama.

Alamat atau identitas produk atau perusahaan.

Untuk penutup jangan lupa cantumkan alamat, no telpon atau email dimana produk bisa didapat agar TA bisa segera action.

Mengenai grafis atau artistiknya:

Warna: Jangan terlalu rame sehingga membuat silau TA dan tidak focus.

Sebaiknya warna dibuat yang “eye catching” agar brosur dapat menarik perhatian

Dan jangan pucat atau mendem yang membuat TA jadi malas mengambilnya.

Lay out atau tata letak: Disusun sesuai flow baca sehingga TA tidak muter-muter dalam melihat brosur.

Ok, mudah-mudahan cerita diatas dapat bermanfaat. Oh ya,… hampir lupa bila ada tambahan, kritik dan saran, saya dengan senang hati menerimanya.

justduit.wordpress.com

Temukan Info lainnya di juga Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar