Jumat, 13 Agustus 2010

Menikmati Permainan Anak Tempo Doloe



Berikut ini merupakan macam-macam permainan anak jaman dulu (termasuk saya yang syukurlah pernah mengalami masa-masa bahagia itu). Dengan alat seadanya malah ada yang tidak menggunakan alat sama sekali tapi rasa ‘excited’ itu tidak bisa digantikan oleh permainan virtual seperti yang ada sekarang, contoh : Play Station, dan sebagainya. Ini dia:

Bekel: permainan anak menggunakan bola karet kecil dan lima buah ‘bekel’ . Ada lima tahap dilalui yaitu, tahap pertama sambil duduk , bola dilemparkan kira-kira setinggi kepala, selama bola di udara bekel diambil  satu-satu, lalu diambil dua-dua, sampai lima limanya diambil. Tahap kedua: ‘pit’, Ketiga: ‘ro’, Keempat ‘klat’, kelima ‘s’.

Engkle (huruf ‘e’ dibaca seperti ‘e’ pada ‘sate’) : Engkle merupakan permainan menggunakan ‘gaco’ dan  ‘gambar engkle’ pada jalan atau tanah. “gaco’ bisa berupa batu, karet atau apa pun. “gambar engkle’  pada jalan biasanya digambar menggunakan batu bata atau kapur.  Cara mainnya : pemain pertama melemparkan ‘gaco’ pada ‘gambar engkle’. lalu melompat mengikuti gambar itu sambil mengambil ‘gaco’ dan kembali ke awal / start.

Deli’ – deli’an (petak umpet). Permainan anak dimana seorang anak pada suatu ‘markas’ menutup mata sambil menghitung angka misal dari satu sampai tiga puluh. Anak-anak lain bersembunyi. Anak yang kebagian menghitung tadi setelah selesai menghitung bertugas mencari anak lain.  Bila anak lain ketahuan , anak penghitung tadi harus berlomba dengan anak yang ketahuan untuk memegang ‘markas’ sambil mengatakan ‘SKIT’.  Bila anak penghtitung tadi terlambat, maka dia harus menjadi anak penghitung lagi, sebaliknya anak ketahuan harus jadi anak penghitung.

Dolip-dolipan. Permainan anak dimana ada anak berusaha memegang anak lain untuk menggantikan dirinya. Anak lainnya harus berlari agar selamat.  Bila anak pengincar mulai mendekat, anak lain bisa selamat  dengan meletakkan jari telunjuknya ke bibir sampil mengatakan ‘DOLIP’.  Selama ‘Dolip’, anak itu harus mematung dan tidak boleh terlihat giginya. Anak lain bisa membebaskan anak ‘dolip’ dengan memegang anak itu dan mengucapkan ‘SARI BUAH’. Anak ‘dolip’ pun bebas berlari kembali dan menjadi incaran.

Loncatan : Permainan anak menggunakan tali karet. Dimana peloncat tidak boleh kena karet. Cara meloncat bisa menggunakan gaya ‘wedo’an’ atau ‘lanangan’. Buat yang belum bisa loncat, biasanya anak kecil , dijadikan ‘pupuk bawang’. Dia boleh loncat mengenai karet. Atau ada istilah ‘ranjuk’ , buat mereka yang tidak bisa loncat . Tahapannya, pertama tali digoyang-goyang di atas mengenai tanah, lalu tali dinaikkan setinggi lutut / dengkul, lalu setinggi pinggang atau ‘ugil-ugil’, lalu setinggi dada, setinggi  telinga/ kuping, setinggi kepala.

Ceblek Nyamuk

Benteng-bentengan

Patil Lele

Slebor

Gobak Sodor ( Go Back so Door, bahasa aslinya)

Putri-putrian


http://oogitu.wordpress.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar