Selasa, 07 September 2010

Alasan Kenapa Toko Aksesoris Online Kurang Bergairah




Mengapa tidak selaku lewat cara tradisional?”. Apakah ada tips untuk mensukseskannya?

Mungkin Pertanyaan seperti itu seringkali diajukan oleh pemilik toko aksesori online. Namun, khusus untuk aksesoris perempuan, seperti anting-anting, gelang, dan sejenisnya, ada beberap a tips dan trik untuk meningkatkan penjualannya

Pertama, statistik menunjukkan bahwa 80% pengungguna Internet adalah pria.

Di Amerika Serikat, prosentasi pengguna Internet perempuan sudah melampaui pria. Di Indonesia, sebaliknya. Pengguna perempuan hanya sekitar 20% total pengguna Internet. Tentu saja, dengan pangsa pasar yang relatif kecil ini, diperlukan usaha yang ekstra agar bisa berhasil menjual barang-barang yang dikhususkan untuk kaum Hawa khususnya aksesori online. Cara-cara biasa tidak akan mempan.

Kedua, aksesoris perempuan bukan termasuk jenis barang yang mudah dibeli online.

Barang-barang yang laku dijual via Internet memiliki beberapa ciri khas: tidak perlu dicoba, tidak perlu disentuh, tidak perlu dibaui, dan tidak perlu disentuh. Cukup hanya dengan membaca keterangan dan melihat gambarnya pengguna Internet dapat memutuskan untuk beli atau tidak. Barang-barang tersebut adalah:

1. Barang digital: lagu, ringtone, whitepaper, foto, hasil riset, dan sejenisnya.
2. Komputer dan keluarganya
3. Handphone
4. Barang-barang khusus berbasis hobi.
5. Buku.

aksesori online kaum Hawa tidak masuk dalam daftar tersebut saat ini. menurut saya, perempuan cenderung mencoba barang berulang-ulang sebelum membeli.

Dua hal di atas, tipisnya pangsa pasar serta jenis barangnya, mempersulit kesuksesan penjualan aksesori online perempuan.

“Lalu apakah toko aksesori online saya sebaiknya ditutup saja?” Tanya sang pemilik toko online penasaran.
“Jangan,” jawab saya. “Ubah positioning dari jualan aksesori online perempuan menjadi jualan kado berupa aksesoris perempuan. Kenapa kado? Karena kado dibeli untuk diberikan kepada orang lain. Sang pembeli, termasuk perempuan, tidak perlu merasakan pengalaman menyentuh, membaui, merasakan, dan sejenisnya. Cukup dengan melihat gambarnya, ia bisa menduga apakah yang akan diberi kado suka atau tidak.”

Dengan perubahan konsep ini, pangsa pasar pembelinya juga melebar ke pria. Kaum Adam yang ingin memberikan kado pacar, pasangan atau istrinya bisa melongok ke toko aksesori online ini, memilih baranngya, dan meminta diantar ke alamat yang dituju.

Tentu saja perubahan konsep ini memerlukan strategi yang matang serta eksekusi yang prima.


sumber: virtual.co.id
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar