Senin, 11 April 2011

ANAL VS ORAL SEKS: Variasi Bercinta

Sex - Tak banyak perempuan suka melakukan anal seks. Kalaupun ada yang pernah mencoba, maka kemudian sedikit sekali yang ingin mengulanginya kembali, karena alasan rasa sakit. Selain itu anal seks juga masih dianggap tabu dan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang suka berpetualang di atas ranjang.

Mengutip pernyataan Agnes, 24, seorang marketing asal Yogyakarta. “No anal! Jorok!” katanya tegas. Agnes yang mengaku sebagai pelaku seks aktif, selalu menolak ajakan untuk anal seks dari pasangannya. “Saya tidak bisa melakukannya, karena tidak pernah bisa menikmati. Kalau memang pasangan saya memaksa, saya memilih tidak melakukannya sama sekali,” jelas perempuan berkulit cokelat ini.

Tidak mudah menguasai anal seks bagi mereka yang belum pernah mencoba sebelumnya. Bagi pria mungkin hanya terkesan seperti ‘keluar dan masuk’ serta gerakan ‘maju atau mundur’ saja.

Bagi yang menyukai anal seks, mereka mengatakan rasanya ‘konon’ luar biasa berbeda. Sensasi yang dirasakan berbeda dan belum pernah dirasakan sebelumnya. Terasa dalam, meskipun sensasi bukan muncul pada klitoris atau pada Mrs V, tetapi terasa sangat berbeda di antara kombinasi yang aneh pada bagian tubuh. Rectum atau dubur akan menelan Mr Dick, dan pada saat yang sama Anda masih bisa mengeksploitasi klitoris dan Mrs V.

Kemudian anal seks adalah salah satu hal pribadi yang bisa Anda lakukan dengan pasangan. Bisa saja anal seks adalah yang pertama bagi Anda dan pasangan, sehingga akan sangat menyenangkan bila sama-sama mencoba suatu hal yang nakal untuk pertama kali.

Tapi semuanya tak semudah itu. Perempuan membenci anal seks karena menyakitkan. Bisa menyebabkan mereka keringat dingin, menggigil, serta nyeri yang luar biasa. Sangat tidak menyenangkan bagi perempuan, tapi ia akan menahan rasa itu demi pasangannya.

Jorok? Memang ada beberapa resiko ketika Anda melakukan anal seks. Anus dan dubur yang tidak bersih cukup menyimpan bakteri dan penyakit yang bisa mengerogoti tubuh Anda. Termasuk didalamnya korelasi dengan pencernaan karena terdapat berbagai infeksi bakteri. Dubur adalah rumah bagi banyak infeksi bakteri yang dapat menyebabkan pembakaran dan urethritis dari penis.

Kondom disarankan ketika melakukan anal seks. Disarankan untuk melindungi dari goresan dari fingernails dan kulit kasar yang bisa mengakibatkan infeksi. Anal seks dilakukan, juga karena banyak orang yang ingin sedikit “nakal” dengan pasangannya. Mereka –entah hetero atau homokseksual– ingin mencicipi sensasi yang mungkin belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Yang perlu diperhatikan, rangsangan sebelum melakukan anal seks, tidak menghasilkan pelumas seperti ketika penetrasi pada vagina. Anda dianjurkan untuk menggunakan pelumas berkualitas baik sebelum memulai petualangan anak Anda. Berani berpetualang?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar