Selasa, 12 April 2011

Tentang Seputar Tindik Pusar

Beauty - Tindik pusar memang diyakini bisa membuat penampilan kita menjadi perhatian banyak orang. Namun tindik ini adalah salah satu tindik dengan rasa sakit yang luar biasa. Bagi para pelaku tindik, daerah yang sangat sakit untuk ditindik adalah putting susu, pusar, lidah dan alis mata. Lalu bagaimana dengan telinga? Ternyata tingkat sakitnya masih bisa ditolerir.

Bicara dari sejarahnya, banyak literatur yang memuat soal tindik tubuh ini. Dahulu kala tindik identik dengan upacara dan ritual penyembahan para dewa. Tidak semua orang melakukan tindik, biasanya adalah petinggi adat sampai dukun pelaku ritual tertentu. Selain itu raja dan keluarganya juga ditandai dengan tindikan di tubuh mereka.

Misalnya bangsa Romawi pernah dicatat melakukan tindik di bagian puting bagi para prajuritnya sebagai tanda kesetiaan dan kejantanan. Sementara suku Indian Maya menindik lidah sebagai bagian upacara ritualnya.

Sekarang ini, tindik diidentikan dengan kebebasan berekspresi. Berbagai alasan orang menindik bagian tubuhnya dan beragam pula anggota tubuh yang ditindik. Tindik pusar salah satunya, alasan yang paling sering dipakai adalah menambah aura seksi si penindik. Namun perlu diingat, proses penyembuhan akibat trauma sakit dari tindik pusar memakan waktu hingga 6 bulan. Bahkan ada beberapa orang yang mengalami nyeri hingga setahun setelah penindikan.

Proses tindik bisa dibilang singkat. Tindik di pusar, misalnya, cuma butuh waktu kurang dari 15 menit. Di Jakarta, banyak salon dan tempat tindik yang menawarkan jasa ini. Untuk biaya penindikan berkisar antara 100 ribu dan untuk anting-antingnya mencapai 400 ribu hingga jutaan Rupiah.

Jika hanya untuk alasan tampil modis, sebaiknya pikirkan ulang keinginan kalian untuk melakukan tindik. Namun jika niat itu sudah bulat, pilihlan tempat dan alat yang steril. Tindik bisa menjadi ajang penularan penyakit termasuk diantaranya Hepatitis B dan HIV. So, think smart!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar